Pengukuran dan Penentuan Lokasi Penanaman Vetiver: Departemen SIL Turunkan Mahasiswa IPB Survei Lereng Desa Petir bersama Masyarakat
Pengukuran dan Penentuan Lokasi Penanaman Vetiver: Departemen SIL Turunkan Mahasiswa IPB Survei Lereng Desa Petir bersama Masyarakat
Desa Petir yang berlokasi di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, merupakan wilayah dengan kontur tanah berbukit dan topografi curam yang menjadikannya rentan terhadap bencana longsor. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 448 hektar dan terdiri dari 9 RW serta 43 RT. Secara geografis, Desa Petir berada pada ketinggian antara 350 hingga 400 meter di atas permukaan laut, dengan kondisi iklim tropis dan suhu harian berkisar 28–36°C. Masyarakat Desa Petir umumnya bermata pencaharian sebagai petani, dengan komoditas utama berupa padi dan palawija, yang didukung oleh sistem irigasi warisan kolonial. Namun, potensi gerakan tanah di sejumlah titik mengharuskan adanya strategi mitigasi yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.
Sebagai bentuk respon terhadap potensi risiko longsor tersebut, mahasiswa IPB University melalui program kolaboratif Sipil Bina Desa x Dosen Pulang Kampung dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan menyelenggarakan program bertajuk “Mitigasi Longsor Berbasis Komunitas melalui Penerapan Metode Bioengineering Rumput Vetiver di Desa Petir.” Program ini melibatkan sinergi antara mahasiswa HIMATESIL, dosen pembimbing, serta perangkat desa dan warga, dengan tujuan meningkatkan ketangguhan lingkungan dan masyarakat terhadap ancaman longsor melalui pendekatan vegetatif yang ramah lingkungan. Salah satu kegiatan awal dalam penerapan bioengineering rumput vetiver adalah pengukuran kemiringan lereng. Pengukuran lereng ini penting untuk dilakukan sebagai validasi syarat penanaman vetiver pada lereng sesuai dengan standar acuan PUPR 2016. Kegiatan pengukuran kemiringan lereng ini dilakukan padai dua wilayah, yaitu RW 3 dan RW 4, untuk menentukan lokasi prioritas penanaman rumput vetiver.
Pengukuran kemiringan lereng dilakukan secara langsung di lapangan dengan membagi mahasiswa ke dalam dua kelompok, masing-masing didampingi oleh Ketua RW setempat. Pengambilan data dilakukan menggunakan Total Station dan pita ukur untuk memperoleh informasi kemiringan lahan secara presisi, yang kemudian dianalisis guna menentukan lokasi ideal untuk penanaman. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan volunteer dari angkatan SIL 59 dan 60 dengan total 20 orang, dan menggunakan peralatan Total Station milik Laboratorium Survey dan Pemetaan, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University.
Pengukuran dilakukan pada empat titik di wilayah RW 3 dan tiga titik pada RW 4. Hasil pengukuran menunjukan keseluruhan titik memenuhi persyaratan penanaman vetiver karena kemiringan lereng ≤ 45°, yakni dengan rata-rata kemiringan sebesar 29,2°. Titik 4 (RW 3) yang memiliki kemiringan 35° serta luas area 47,9 m² dan titik 2 (RW 4) yang memiliki kemiringan 26° dengan luas area 72,6 m² dipilih sebagai lokasi penanaman rumput vetiver untuk mewakili masing masing RW. Selain kemiringan lereng yang memenuhi (tidak terlalu curam), titik-titik yang dipilih ini berada pada area yang rawan karena berada didekat rumah warga serta di pinggir jalan. Tetapi titik-titik ini juga mudah dijangkau untuk pemantauan dan perawatan. Penanaman vetiver di lokasi-lokasi terpilih ini diharapkan menjadi langkah awal dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan stabilitas lereng dan membangun ketahanan lingkungan berbasis masyarakat di Desa Petir.
