Post Details


Dosen SIL-IPB University Ajak Perangkat Desa dan Warga Persiapan Implementasi Teknologi Pengolahan Air untuk Desa Sulit Air

01 Sep erizal basa 0 Uncategorized

Dosen IPB, Dr. Ir. Chusnul Arif, S.TP., M.Si. IPM., dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian melalukan survei dan mengajak perangkat Desa khususnya Kepala Desa dan Pendamping Lokal Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro untuk mempersiapkan rencana lokasi dan infrastruktur Teknologi Pengolahan Air pada hari Rabu, 31 Agustus 2022. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Dosen Pulang Kampung oleh IPB University di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Desa Nganti merupakan salah satu desa yang mengalami kesulitan air khususnya pada musim kemarau. “Sebenarnya Desa Nganti memiliki embung yang terhubung dengan reservoir air dan jaringan distribusi air sampai sambungan rumah, tetapi sayangnya masih kekurangan pompa dan sumber listrik untuk menaikkan air sampai reservoir” ujar Edy Tri Prasetyo, pendamping lokal Desa.

“Desa Nganti juga memiliki sumber air tanah artesis, tetapi warga tidak bisa menggunakannya secara langsung, bahkan kadang diberikan ke tanaman menjadi mati” tambah Mariyadi, Kepala Desa Nganti. Kondisi kesulitan air ini mengakibatkan masyarakat harus mendatangkan air bersih yang dari luar desa. “Warga harus mengeluarkan uang 100-150 ribu untuk mendapatkan air yang dijual dalam tangki keliling” Ujar Bani, salah satu warga Nganti. Hasil analisis lab oleh Tim Universitas Brawijaya dan IPB University memang menunjukkan kualitas air artesis tersebut jauh diatas baku mutu khususnya parameter TDS, Kadar Klorida, dan Detergen. “Wajar digunakan ke tanaman mati, maka multak harus diolah dulu baru bisa digunakan” Ujar Dr. Ir. Chusnul Arif, S.TP., M.Si. IPM.. Teknologi pengolahan air yang akan digunakan adalah kombinasi teknologi membrane dan multi media filter (MMF). “Kedatangan saya kesini untuk memastikan lokasi pengolahan diterima oleh warga dan perangkat desa, jangan sampai kedepannya bermasalah mengingat lokasi sumber air dimiliki oleh salah satu warga” tambah Dr. Ir. Chusnul Arif, S.TP., M.Si. IPM.. Setelah survei ini, kegiatan akan dilanjutkan dengan Instalasi Teknologi Pengolahan Air pada bulan September 2022. -CHA-