Post Details


Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University Perkenalkan Budidaya Padi System of Rice Intensification (SRI) yang Hemat Air di Sumba Timur

06 Dec erizal basa 0 Uncategorized

Dosen IPB, Dr. Chusnul Arif, dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian memperkenalkan dan melakukan ujicoba demplot budidaya padi alternatif System of Rice Intensification (SRI) di Mauliru, Kec. Kambera, Sumba Timur. Bekerjasama dengan Dosen dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Bayu Dwi Apri Nugroho, ujicoba difokuskan untuk peningkatan produksi dan efisiensi irigasi dengan menerapkan sistem monitoring lingkungan berbasis IoT (Internet of Things).

Praktik tanam dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2022 dan panen pada 16 November 2022. Dalam proses budidaya, petani didampingi oleh tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Umi Hapsari dan Badi’atun Nihayah, khususnya dalam pengaturan air irigasi. Hasil panen menunjukkan peningkatan produksi yang sangat signifikan. “Dengan sistem SRI diperoleh produksi 10.72 ton/ha, jajar legowo 2-1 sebesar 9.97 ton/ha dan konvensional 9.94 ton/ha. Hasil ini merupakan hasil terbesar selama kami melakukan budidaya padi” ujar Hanis Hina Konda Namu, ketua kelompok tani Setia Kawan. Hal senada juga disampaikan oleh penyuluh pertanian, Muslihin. “Selama puluhan tahun mendampingi petani, ini merupakan hasil produksi terbesar” ujarnya. “Kami tidak menyangka bisa menghasilkan produksi yang sangat tinggi, mudah-mudahan bisa direplikasi oleh petani lain tentu dengan dukungan dari pemerintah setempat”, tambah Dr. Chusnul Arif

Pada panen raya, turut hadir Kepala Bidang Sumberdaya Air, Dinas PUPR Kab. Sumba Timur, Umbu Raing. “Luar biasa hasil yang diperoleh dengan SRI, sistem ini harus direplikasi ditempat lain, dan ketua kelompok tani disini akan dijadikan pioneer untuk berbagi ilmu dengan petani lain” ujar Umbu Raing. Di tempat terpisah, hasil ujicoba ini juga disampaikan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kab. Sumba Timur, Nico Pandarangga. “Hasil ini perlu dicatat dan direplikasi ditempat lain, ucapan terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang dilakuan perguruan tinggi terbaik di Indonesia”, ujarnya. “Budidaya SRI ini lebih hemat bibit dan air, kuncinya ada di sistem aerasi tanah, dengan irigasi berselang, aerasi tanah dapat ditingkatkan sehingga oksigen tersedia cukup di daerah perakaran” ujar Dr. Chusnul Arif. Sumba Timur dikenal daerah yang terbatas sumberdaya airnya, sehingga air irigasi perlu digunakan lebih efektif dan efisien. -CHA-