Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University Gelar Kuliah Tamu dari The University of Tokyo bertemakan Monitoring System of Agricultural Management

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University kembali menggelar Kuliah Tamu (Guest Lecture) dari The University of Tokyo dengan Topik “Monitoring System of Agricultural Management” pada tanggal 14 September 2023 di Kampus IPB Darmaga, Bogor. Acara ini menghadirkan pembicara Prof. Masaru Mizoguchi dari Lab. of International Agro-Informatics, Dept. of Global Agricultural Sciences, The University of Tokyo Jepang, dengan dipandu secara oleh moderator Dr. Riani dari Universitas Sriwijaya dan host Dr. Chusnul Arif dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB.

“Dengan Teknologi Field Monitoring System (FMS) akan memudahkan pengelolaan pertanian secara remote dimanapun keberadaan kita dengan memanfaatkan IoT” ujar Prof Mizoguchi. Paparan materi yang disampaikan merupakan kumpulan hasil-hasil penelitian yang dilakukannya termasuk kerjasama dengan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan sejak tahun 2008. Kerjasama yang dilakukan tersebut berupa pengembangan sistem monitoring khususnya untuk budidaya pada metode SRI (System of Rice Intensification). “Kerjasama dengan The University of Tokyo ini terus dilakukan secara berkelanjutan sejak Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan ini lahir pada tahun 2008 dengan berbagai skema penelitian”, ujar Dr. Chusnul, host acara ini.

Acara ini diikuti oleh sekitar 90 mahasiswa baik program sarjana maupun magister dari program studi Teknik Sipil dan Lingkungan. Dalam kesempatan ini, mahasiswa begitu aktif bertanya dengan aplikasi sistem monitoring yang dikembangkan termasuk kendala yang ditemui di lapangan. Acara ini merupakan rangkaian acara World Class Professor tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumberdaya Manusia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program ini memfasilitasi dosen di Indonesia untuk berinteraksi dengan Institusi dan Professor berkelas dunia dan meningkatkan kinerja (produktivitas riset) akademisi serta meningkatkan peringkat Perguruan Tinggi menuju QS WUR 500 terbaik dunia. (CHA)