Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University Terapkan Teknologi Fertigator Otomatis Nirdaya dengan Mitra Industri

_autotone

Satu lagi inovasi Tim Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University yang dikenal dengan Fertigator Otomatis Nirdaya, FONi, diterapkan pada Industri Agro Wisata di Malino, Sulawesi Selatan. Pada 3-6 September 2023 Tim Dosen yang diketuai oleh Dr. Chusnul Arif melakukan instalasi dan ujicoba FONi pada Kawasan Agro-Wisata yang dikelola oleh PT. Malino Highland. Kegiatan ini merupakan kegiatan Matching Fund Kedaireka 2023 yang bekerjasama dengan DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri) dalam hal ini PT. Malino Higland.

“FONi ini merupakan jawaban bagi industri pertanian yang fokus pada budidaya horti-florikultura, karena memiliki beberapa keunggulan, diantaranya efiensi dalam penggunaan air dan nutrisi serta tanpa membutuhkan daya listrik, “ujar Dr. Chusnul Arif, ketua tim ini. Teknologi FONi ini dinisiasi oleh Prof. Budi Indra Setiawan, Dosen Senior di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan dan sudah terdaftar patennya. “FONi memberikan solusi untuk menjamin ketersediaan air irigasi serta penggunaannya yang efisien, menurunkan penggunaan daya listrik, dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dengan meminimalisir keterlibatan operator” ujar Prof. Budi

PT. Malino Highland, yang diwakili oleh Direkturnya, Deny Ade Putra, berharap FONi dapat dapat meningkatkan produktivitas dan diterapkan dalam skala yang lebih besar, sehingga dapat dijadikan pusat edukasi teknologi pertanian untuk pengunjung di Malino Highland.  Selain dari IPB University, kegiatan ini juga bekerjasama dengan pihak Universitas lain, yaitu Universitas Sriwijaya yang diwakili Dr. Riani Muharromah dari Prodi Teknik Sipil dan Universitas Hasanuddin yang diwakili oleh Dr. Suhardi dari Prodi Teknik Pertanian. Program ini juga melibatkan mahasiswa khususnya mahasiswa IPB University dan Universitas Hasanudin dalam program MBKM. “Mudah-mudahan kegiatan ini berhasil dan meningkatkan benefit untuk mitra industri, serta untuk perguruan tinggi dalam mencapai IKU (Indikator Kinerja Utama)”, ujar Dr. Chusnul. (CHA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.